Selasa, 03 Januari 2017

Mengapa manusia diciptakan berbeda-beda...?Itulah Rahasia Tuhan yang sebenarnya

Lorongsempit.com – Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Wahai manusia , sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: ayat 13).

Ayat ini adalah deklarasi Allah SWT bahwa manusia akan menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, ”syu`uba wa qabaaila”. Artinya, perbedaan etnis adalah desain Allah yang tidak mungkin manusia hindari. Panggilan “ya ayyuhan-nas”, menunjukkan bahwa pemberitahuan ini ditunjukkan untuk semua manusia, supaya mereka tahu hakikat perbedaan yang pasti akan mereka alami.

Pun, supaya mereka mengenal hakikat diri mereka sendiri, sebagai makhluk yang akan berpencar di muka bumi, lalu membangun kebangsaan masing-masing. Dengan kata lain, munculnya perbedaan etnis di tengah manusia adalah Sunnatullah. Sebab, dengannya akan muncul sinergi dan kecenderungan untuk saling membantu antara satu dengan lainnya.

Dari potensi perbedaan ini, kelak akan terlahir perbedaan suku dan etnis. Karena itu kemudian Allah berfirman, “waja`alakum  syu`uba waqabaila (serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku).” Jadi, masalah perbedaan etnis adalah begian dari proses perjalanan hidup manusia di muka bumi. Perwujudan konkrit dari adanya berbagai bangsa, kini dapat kita saksikan dengan munculnya berbagai negara.

Karena itu, tema pokok pembicaraan yang harus selalu kita angkat bukanlah masalah perbedaan etnis, melainkan bagaimana menyinergikan perbedaan hal ini.

Tujuan diciptakannya manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa

Dalam ayat di atas, Allah menegaskan tujuan sunnah perbedaan etnis tersebut dengan berfirman, “Lita`arafu (untuk saling mengenal)”. Kata at-ta`aruf biasanya dimulai dari lingkup kecil, yaitu keluarga, lalu kabilah, suku dan bangsa. Dalam perjalanannya, at-taaruf selalu berlangsung secara alamiah. Hanya saja, semakin lebar ruang lingkupnya, semakin renggang pula keberadaannya.

Kerenggangan ini cenderung menimbulkan permusuhan antarkabilah atau bangsa. Padahal, seandainya mau kembali melihat kepada asalnya, semua manusia tentu akan tahu bahwa ujung pangkal mereka adalah satu, yaitu Nabi Adam AS yang berasal dari tanah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Kalian semua adalah anak Adam, dan Adam dari tanah. Maka hendaklah kalian tinggalkan kebanggaan etnis. Karena itu termasuk bara neraka Jahanam.” (HR. Abu Daud).

Rasulullah SAW dalam khutbah wada`nyajuga  bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu, ayahmu satu (Adam). Maka tidak ada ajaran bahwa kaum Arab lebih baik daripada kaum lainnya, atau sebaliknya. Pun tidak ada ajaran bahwa yang berkulit hitam lebih baik daripada yang berkulit merah, atau sebaliknya. Melainkan karena ketakwaannya.”
Dalam makna “Lita`arafu (untuk saling mengenal)” terkandung makna untuk saling berkomunikasi dengan baik. Sebab, dari saling berkomunikasi, prasangka buruk akan hilang, dan kebangsaan etnis yang cenderung membuat permusuhan juga akan terhindari. Di sini Allah mengajarkan pentingnya komunikasi. Sebab sering kali persepsi keliru muncul karena miskomunikasi yang berakibat timbulnya perang antarbangsa, dan nyawa manusia pun menjadi tak berharga.

Di antara makna at-ta`aruf adalah saling berbuat baik. Dalam Al-Quran, kata al-ma`ruf diartikan sebagai kebaikan. Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW juga selalu menggunakan istilah al-amru bil ma`ruf, yang berarti menyuruh dalam kebaikan.

Dengan demikian, tampak jelas bahwa hakikat perbedaan etnis dlam Al-Quran bukanlah sumber permusuhan dan perpecahan, melainkan sarana untuk saling berbuat baik. Maka, sungguh tidak ada alasan bagi orang-orang yang berperang dan saling menjajah melakukan tindakan lalim karena alasan perbedaan etnis. Sebab tujuan Allah SWT menghadirkan perbedaan etnis pada manusia adalah untuk saling menolong dalam kebaikan, bukan untuk saling menjatuhkan.

Sumber : halhalal.com

Silahkan share berita ini biar semua orang tahu....

1 komentar so far

What's up to every body, it's my first pay a quick visit of this website; this web site carries amazing and really good material for visitors. gmail email login


EmoticonEmoticon